Indonesia punya banyak
masjid yang memiliki keunikan, di antaranya yang mungkin kamu pernah dengar ada
Masjid Seribu Tiang di Jambi, Masjid Pintu Seribu di Tangerang, dan sebagainya.
Nah, ternyata Malang
juga mempunyai mesjid yang unik, yaitu Masjid Tiban.
Masjid Tiban ada di
wilayah lingkungan pesantren Turen, Desa Sananrejo, Turen di Malang.
Desain arsitektur
masjid ini sangat unik. Sekilas mirip dengan bangunan-bangunan vihara di
Thailand, dipadu dengan detail ornamen arsitektur ala Cina, Jawa, Eropa, dan
Arab di dalamnya.
Detail ornamen
merupakan bagian yang paling penting dalam arsitektur Masjid Tiban yang
didominasi warna biru ini. Hiasan kaligrafi Arab memenuhi setiap jengkal tembok
dan sisi-sisi bangunan.
Suguhan ornamen di tiap
lantai masjid pun berbeda-beda. Saking detailnya, mungkin banyak yang tidak
percaya bahwa sebagian besar kaligrafi ini dikerjakan sendiri oleh para
santri dari pesantren.
Hal unik lain adalah
adanya sebuah pohon kelapa yang menjulang tinggi persis di tengah bangunan
masjid, sehingga konstruksi bangunan Masjid Tiban harus menyesuaikan dengan
kontur pertumbuhan pohon kelapa ini.
Selain arsitektur yang
megah dan indah, fasilitas di masjid ini bisa membuat pengunjung yang datang
berdecak kagum.
Masjid ini terbagi
dalam beberapa tingkat yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Tingkat 1-4
digunakan sebagai tempat kegiatan para santri, lantai 6 berfungsi layaknya
ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang dikelola
santriwati.
Di tiga lantai ini
terdapat toko suvenir, makanan ringan, dan toko peralatan ibadah yang bisa
dibeli pengunjung yang datang. Di tiap lantai terdapat tangga dan lift
yang bisa dipakai pengunjung. Ada juga area kolam renang yang dilengkapi perahu
khusus yang dapat disewa dan dinaiki oleh wisatawan.
Bukan hanya itu, ada
juga ruangan akuarium, perpustakaan, dan area satwa yang berisi berbagai jenis
binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung.
Area pesantren Turen
yang berada di sekitar masjid juga sangat lengkap fasilitasnya, mulai dari
parkir sampai kantin.
Yang juga perlu
diketahui adalah proses pembangunan dari masjid ini yang didanai dan dilakukan
sendiri oleh para santri dan masyarakat setempat. Pembangunan ini dilakukan
secara bertahap dari tahun 1978 tanpa proses meminta-minta dan hutang, murni
swadaya masyarakat dan santri.
Hebatnya, untuk
membangun masjid ini para santri tidak menggunakan alat-alat berat dan modern
layaknya membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan dengan alat-alat
sederhana dan material yang apa adanya sesuai dengan bahan yang tersedia pada
waktu bangunan dibangun.
Bagi kamu pecinta
wisata rohani, rasa-rasanya sayang kalau kamu sampai melewatkan kemegahan
arsitektur masjid yang letaknya jauh di dalam pedesaan ini. Jadi, kalau kamu datang
ke Malang, jangan hanya datang untuk wisata alamnya ya.
Datang juga ke masjid
yang membuktikan bahwa kesabaran dan kerja keras yang disertai keikhlasan dapat
membuat sesuatu yang besar dan indah, seperti masjid ini.







0 komentar:
Posting Komentar